PLANET BARU MIRIP BUMI BERLIMPAH AIR
Tim peneliti menemukan planet mirip bumi dengan air yang melimpah.
Planet mirip bumi ini ditemukan para ahli ruang angkasa dari Eropa
sedang gencar-gencarnya mencari planet lain yang mirip dengan bumi.
Mereka mengumumkan telah menemukan dua planet yang ukurannya hampir sama
dengan bumi. Planet yang mereka temukan disebut Gliese 581 e.
Sebelumnya, telah ditemukan planet yang berdekatan dan disebut Gliese
581 d. Planet yang berada di luar tata surya kita, yang mirip dengan
planet Bumi yang kita huni. Jarak bumi dengan planet tersebut kurang
lebih 20.5 tahun cahaya.
Planet yang mengorbit dalam waktu 13 hari pada bintang induknya itu
diperkirakan memiliki kandungan air di permukaannya, dengan suhu planet 0
- 40 derajat celcius. Para ahli luar angkasa berpendapat kedua tempat
tersebut kemungkinan bisa dijadikan tempat tinggal manusia.
"Adanya bebatuan dan karang pada planet tersebut membuat kami mengambil
kesimpulan planet itu dapat dijadikan tempat tinggal oleh manusia," kata
Michel Mayor, seorang ahli fisika astronomi dari University Geneva di
Swiss.
Namun dalam banyak cara lainnya, planet ini adalah "binatang kejam yang
sangat berbeda" dari Bumi yang kita tinggali, kata para ilmuwan.
"Pada dasarnya ini adalah satu samudera luas," kata kepala peneliti
David Charbonneau dari Pusat Astrofisika Smithsonian, Universitas
Harvard, Cambridge, Massachusetts.(Di planet ini) tidak ada satu pun
benua yang mengambang di atas atau menyeruak dari air."
Ukuran Gliese 581 e adalah 1,9 kali ukuran bumi dan letaknya dekat
dengan bintang yang menyinarinya. Gliese 581 d, dan Gliese 581 e, berada
dalam konstelasi Libra dan ditemukan dengan menggunakan teleskop
observatorium yang ada di La Silla, Chili.
Untuk membuat penemuan ini, para peneliti menggunakan peralatan yang
sangat sensitif yang bisa mengukur perubahan kecil pada kecepatan sebuah
bintang ketika terjadi tarik-menarik gravitasi dengan sebuah planet
yang berdekatan.
Para astronom terpaksa menggunakan metoda tak langsung dalam mendeteksi
planet tersebut karena teknologi teleskop yang dimiliki saat ini
kesulitan merekam gambar obyek angkasa yang sangat jauh atau yang
bercahaya redup -apalagi ketika obyek tersebut mengorbit dekat dengan
bintang bercahaya.
Selain kedua planet di atas para ahli juga menemukan gugusan planet yang
kemungkinan juga dapat dihuni oleh manusia. Dilansir Independent, para
ilmuwan mengatakan, sebuah planet dengan kondisi yang bisa mendukung
kehidupan, mengorbit matahari lain dan terlihat oleh mata telanjang.
Salah satu dari lima planet mengorbit Tau Ceti, yakni sebuah bintang yang mirip dengan matahari di sistem Tata Surya.
Astronom mengestimasi bahwa planet-planet yang mengorbit Tau Ceti ini
berukuran dua sampai enam kali lipat dari Bumi. Salah satu dari planet
tersebut, dengan lima kali lipat massa Bumi, terletak di zona bintang
layak huni.
Dikenal juga dengan sebutan Goldilocks zone, ini merupakan wilayah
orbital yang tidak terlalu panas atau terlalu dingin. Sehingga, kondisi
tersebut memungkinkan untuk munculnya air serta potensi kehidupan.
Karena sulitnya dalam mendeteksi planet ekstra-solar, sebagian besar
planet tersebut ditemukan dengan tingkat massa yang tinggi. Keluarga
planet Tau Ceti dianggap memiliki sistem solar massa terendah yang belum
ditemukan.
Para peneliti menggunakan teknik sensitivitas tinggi dengan
mengombinasikan data dari lebih dari 6.000 pengamatan. Pengamatan ini
menggunakan tiga teleskop yang berbeda. "Tau Ceti adalah salah satu
tetangga kosmik terdekat.
Planet ini memiliki cahaya yang kami dapat pelajari atmosfernya di masa
depan," tutur James Jenkins, anggota dari tim internasional University
of Hertfordshire.
Ia mengatakan, sistem planet ini ditemukan di sekitar bintang terdekat,
yang juga dekat dengan matahari di sistem Tata Surya. Ini menandakan
bahwa sistem planet ini umum atau serupa dengan galaksi Bima Sakti.