Jelaskan perbedaan antara pasar uang dan pasar modal, termasuk contoh-contoh instrumen pasar uang dan pasar modal
1. Perbedaan pasar uang dan pasar modal
Perbedaan Secara Umum
Secara umum perbedaan pasar modal dan pasar uang ada pada apa yang diperjualbelikan. Jadi pada pasar uang maka di sana akan dijumpai transaksi jual beli surat berharga jangka pendek. Sementara itu pada pasar modal di sana kita akan mendapati transaksi jual beli efek atau surat berharga jangka panjang. Nah berikut detail perbedaan antara pasar uang dan pasar modal ditinjau dari beberapa hal.
Berdasarkan Jangka Waktu
Perbedaan pertama antara pasar uang dan pasar modal bisa kita tinjau dari jangka waktunya. Jadi pada pasar uang penawaran transaksi antara pemilik dana dan peminjam dana yang bertemu secara langsung bersifat jangka pendek. Sementara itu pada pasar modal, transaksi yang terjadi banyak menawarkan penanaman modal dalam jangka panjang melalui beberapa instrumennya.
Berdasarkan Pilihan Instrumen
Sementara itu ditinjau dari pilihan instrumennya maka juga dijumpai perbedaan. Jadi pada pasar uang maka instrumen yang ditawarkan yakni Sertifikat Bank Indonesia (SBI), sertifikat deposito, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Surat Berharga Komersial (CPs), Banker’s Acceptance (BA), Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Sementara itu ada pasar modal maka instrumen yang ditawarkan berupa surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif, dan instrumen lainnya.
Berdasarkan Institusi
Berikutnya, perbedaan pasar uang dan pasar modal bisa ditinjau dari institusi atau pengawas tertingginya. Jadi pasar pasar modal, maka pengawas tertingginya yaitu Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang mengawasi kegiatan di bursa efek. Sedangkan pada pasar uang maka pengawas tertingginya adalah adalah Bank Indonesia.
Berdasarkan Likuiditas Pasar
Dari tingkat likuiditasnya maka pasar uang memiliki instrumen yang lebih cepat cair dibandingkan instrumen pasar modal.
Berdasarkan Risiko
Dari tingkat risikonya maka bisa didapati bahwa pada pasar uang risikonya lebih rendah dibanding pasar modal. Fluktuatif atau tingginya risiko pasar modal ini dikarenakan adanya salah satu instrumen bernama saham.
Berdasarkan Return
Jika kamu berinvestasi pada pasar uang maka return yang didapatkan berupa bunga bank. Sementara itu return yang didapatkan dari investasi pada pasar modal yaitu berupa dividen atau capital gain.
Berdasarkan Aspek Fungsional
Dari sisi aspek fungsionalnya, pasar uang memiliki untuk mendorong likuitas dana dalam. Sementara itu pasar modal mempunyai fungsi untuk menstabilkan ekonomi karena waktunya yang sifatnya jangka panjang.
Berdasarkan Jenis Keuntungan
Terakhir, dari segi jenis keuntungannya maka bisa didapati bahwa pasar uang memiliki keuntungan pada pergerakan nilai yang stabil, tingkat likuiditas tinggi dan bisa berinvestasi di mana saja. Sementara itu investasi pada pasar modal memiliki keuntungan pada tingkat keuntungan yang relatif tinggi, pilihan instrumen yang beragam dan juga dapat dijadikannya sebagai jaminan.
contoh-contoh instrumen pasar uang dan pasar modal
Instrumen Pasar Uang
1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
SBI atau Sertifikat Bank Indonesia merupakan salah satu produk pasar uang yang berbentuk surat berharga keluaran Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka 1-3 bulan menggunakan sistem diskonto,bunga untuk imbalannya.
2. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)
Selain SBI, ada juga SBPU yang merupakan surat berharga terbitan bank yang ditandatangani nasabah sebagai surat jaminan pelunasan utang.
3. Surat Berharga Komersial (CPs)
Selanjutnya, untuk surat berharga komersial adalah surat utang jangka pendek yang diterbitkan oleh pihak perusahaan bertujuan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya, seperti utang dagang.
4. Sertifikat Deposito
Sertifikat deposito merupakan salah satu produk pasar uang yang bisa digunakan oleh pihak bank untuk meningkatkan modalnya.
5. Banker’s Acceptance (BA)
Banker’s Acceptance (BA) adalah produk pasar uang yang kemunculannya dikarenakan adanya perdagangan luar negeri, baik itu ekspor atau impor.
6. Surat Perbendaharaan Negara (SPN)
Terakhir, Surat Utang Negara (SUN) adalah produk pasar uang yang berbentuk surat berharga dan berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia, sesuai dengan masa berlakunya.
instrumen pasar modal
1. Saham
Saham memang menjadi instrumen pasar modal yang paling populer di Indonesia mengingat returnnya yang menggiurkan. Menurut pengertiannya, saham adalah bentuk kepemilikan dari sebuah perusahaan.
2. Surat Utang (Obligasi)
Selain saham yang terdapat di instrumen pasar modal, ternyata surat utang atau obligasi juga merupakan salah satu instrumen yang bisa diperjualbelikan di pasar modal. Menurut Bursa Efek Indonesia, obligasi adalah surat utang jangka menengah panjang yang dapat dipindahtangankan.
3. Reksa Dana
Menurut Undang-Undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995, reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.
Sumber:
https://artikel.bibit.id
https://ruangmenyala.com
https://www.qoala.app