Kamis, 16 Desember 2021

Bagaimana Bank Indonesia Dapat Mengendalikan Peredaran Uang Beredar Melalui Kebijakan Moneter

Nama: Alissa Qotrunnada M.

NPM: 10219545

Kelas: 3EA09

1. Jelaskan bagaimana Bank Indonesia dapat mengendalikan peredaran uang beredar melalui kebijakan moneter?


     Kebijakan moneter adalah keputusan yang diambil oleh pemerintah dalam rangka menunjang aktivitas ekonomi melalui berbagai hal yang berkaitan dengan penetapan jumlah peredaran uang di masyarakat. Tujuan utama kebijakan moneter adalah menjaga kestabilan ketersediaan uang suatu negara. Karena persediaan uang negara mempengaruhi berbagai aktivitas ekonomi, seperti inflasi, suku bunga bank, dan sebagainya.

     Bank Indonesia mem​iliki tujuan untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai Rupiah. Tujuan ini sebagaimana tercantum dalam UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia, yang sebagaimana diubah melalui UU No. 3 Tahun 2004 dan UU No. 6 Tahun 2009 pada pasal 7. Kestabilan Rupiah yang dimaksud mempunyai dua dimensi. Dimensi pertama kestabilan nilai Rupiah adalah kestabilan terhadap harga-harga barang dan jasa yang tercermin dari perkembangan laju inflasi. Sementara itu, dimensi kedua terkait dengan kestabilan nilai tukar Rupiah terhadap mata uang negara lain. Indonesia menganut sistem nilai tukar mengambang (free floating). Namun, peran kestabilan nilai tukar sangat penting dalam mencapai stabilitas harga dan sistem keuangan.

     Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, Bank Indonesia sejak 1 Juli 2005 menerapkan kerangka kebijakan moneter Inflation Targeting Framework (ITF). Implementasi flexible ITF didukung oleh kebijakan pengelolaan nilai tukar. Kebijakan nilai tukar yang ditempuh Bank Indonesia dalam rangka mengelola stabilitas nilai tukar Rupiah agar sesuai dengan nilai fundamentalnya dengan tetap mendorong bekerjanya mekanisme pasar. Kebijakan nilai tukar dilakukan dalam rangka mengurangi gejolak yang muncul dari ketidakseimbangan permintaan dan penawaran di pasar valuta asing (valas), melalui strategi triple intervention. Strategi triple intervention dilakukan melalui intervensi jual di pasar spot, pasar Domestik Non-Deliverable Forward (DNDF) atau pasar berjangka valas serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder. Strategi triple  intervention dilakukan untuk menjaga kestabilan nilai tukar dan sekaligus menjaga kecukupan likuiditas Rupiah.

     Tujuan akhir kebijakan moneter adalah menjaga dan memelihara kestabilan nilai Rupiah yang salah satunya tercermin dari tingkat inflasi yang rendah dan stabil. Untuk mencapai tujuan itu, Bank Indonesia menetapkan suku bunga kebijakan BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebagai instrumen kebijakan utama untuk memengaruhi aktivitas kegiatan perekonomian dengan tujuan akhir pencapaian inflasi. 

Sumber:
https://www.bi.go.id
https://www.ocbcnisp.com

2. Jelaskan perbedaan antara pasar uang dan pasar modal, termasuk contoh-contoh instrumen pasar uang dan pasar modal


1. Perbedaan pasar uang dan pasar modal

Perbedaan Secara Umum

Secara umum perbedaan pasar modal dan pasar uang ada pada apa yang diperjualbelikan. Jadi pada pasar uang maka di sana akan dijumpai transaksi jual beli surat berharga jangka pendek. Sementara itu pada pasar modal di sana kita akan mendapati transaksi jual beli efek atau surat berharga jangka panjang. Nah berikut detail perbedaan antara pasar uang dan pasar modal ditinjau dari beberapa hal.

Berdasarkan Jangka Waktu

Perbedaan pertama antara pasar uang dan pasar modal bisa kita tinjau dari jangka waktunya. Jadi pada pasar uang penawaran transaksi antara pemilik dana dan peminjam dana yang bertemu secara langsung bersifat jangka pendek. Sementara itu pada pasar modal, transaksi yang terjadi banyak menawarkan penanaman modal dalam jangka panjang melalui beberapa instrumennya.

Berdasarkan Pilihan Instrumen

Sementara itu ditinjau dari pilihan instrumennya maka juga dijumpai perbedaan. Jadi pada pasar uang maka instrumen yang ditawarkan yakni Sertifikat Bank Indonesia (SBI), sertifikat deposito, Surat Berharga Pasar Uang (SBPU), Surat Berharga Komersial (CPs), Banker’s Acceptance (BA), Surat Perbendaharaan Negara (SPN). Sementara itu ada pasar modal maka instrumen yang ditawarkan berupa surat utang (obligasi), ekuiti (saham), reksa dana, instrumen derivatif, dan instrumen lainnya.

Berdasarkan Institusi

Berikutnya, perbedaan pasar uang dan pasar modal bisa ditinjau dari institusi atau pengawas tertingginya. Jadi pasar pasar modal, maka pengawas tertingginya yaitu Kementerian Keuangan Republik Indonesia yang mengawasi kegiatan di bursa efek. Sedangkan pada pasar uang maka pengawas tertingginya adalah adalah Bank Indonesia.

Berdasarkan Likuiditas Pasar

Dari tingkat likuiditasnya maka pasar uang memiliki instrumen yang lebih cepat cair dibandingkan instrumen pasar modal.

Berdasarkan Risiko

Dari tingkat risikonya maka bisa didapati bahwa pada pasar uang risikonya lebih rendah dibanding pasar modal. Fluktuatif atau tingginya risiko pasar modal ini dikarenakan adanya salah satu instrumen bernama saham.

Berdasarkan Return

Jika kamu berinvestasi pada pasar uang maka return yang didapatkan berupa bunga bank. Sementara itu return yang didapatkan dari investasi pada pasar modal yaitu berupa dividen atau capital gain.

Berdasarkan Aspek Fungsional

Dari sisi aspek fungsionalnya, pasar uang memiliki untuk mendorong likuitas dana dalam. Sementara itu pasar modal mempunyai fungsi untuk menstabilkan ekonomi karena waktunya yang sifatnya jangka panjang.

Berdasarkan Jenis Keuntungan

Terakhir, dari segi jenis keuntungannya maka bisa didapati bahwa pasar uang memiliki keuntungan pada pergerakan nilai yang stabil, tingkat likuiditas tinggi dan bisa berinvestasi di mana saja. Sementara itu investasi pada pasar modal memiliki keuntungan pada tingkat keuntungan yang relatif tinggi, pilihan instrumen yang beragam dan juga dapat dijadikannya sebagai jaminan.

contoh-contoh instrumen pasar uang dan pasar modal

Instrumen Pasar Uang

1. Sertifikat Bank Indonesia (SBI)

SBI atau Sertifikat Bank Indonesia merupakan salah satu produk pasar uang yang berbentuk surat berharga keluaran Bank Indonesia sebagai pengakuan utang berjangka 1-3 bulan menggunakan sistem diskonto,bunga untuk imbalannya.

2. Surat Berharga Pasar Uang (SBPU)

Selain SBI, ada juga SBPU yang merupakan surat berharga terbitan bank yang ditandatangani nasabah sebagai surat jaminan pelunasan utang.

3. Surat Berharga Komersial (CPs)

Selanjutnya, untuk surat berharga komersial adalah surat utang jangka pendek yang diterbitkan oleh pihak perusahaan bertujuan untuk membayar kewajiban jangka pendeknya, seperti utang dagang. 

4. Sertifikat Deposito

Sertifikat deposito merupakan salah satu produk pasar uang yang bisa digunakan oleh pihak bank untuk meningkatkan modalnya. 

5. Banker’s Acceptance (BA)

Banker’s Acceptance (BA) adalah produk pasar uang yang kemunculannya dikarenakan adanya perdagangan luar negeri, baik itu ekspor atau impor. 

6. Surat Perbendaharaan Negara (SPN)

Terakhir, Surat Utang Negara (SUN) adalah produk pasar uang yang berbentuk surat berharga dan berupa surat pengakuan utang dalam mata uang rupiah maupun valuta asing yang dijamin pembayaran bunga dan pokoknya oleh Negara Republik Indonesia, sesuai dengan masa berlakunya.

instrumen pasar modal

1. Saham

Saham memang menjadi instrumen pasar modal yang paling populer di Indonesia mengingat returnnya yang menggiurkan. Menurut pengertiannya, saham adalah bentuk kepemilikan dari sebuah perusahaan. 

2. Surat Utang (Obligasi)

Selain saham yang terdapat di instrumen pasar modal, ternyata surat utang atau obligasi juga merupakan
 salah satu instrumen yang bisa diperjualbelikan di pasar modal. Menurut Bursa Efek Indonesia, obligasi adalah surat utang jangka menengah panjang yang dapat dipindahtangankan.

3. Reksa Dana

Menurut Undang-Undang Pasar Modal No.8 Tahun 1995, reksa dana adalah wadah yang dipergunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi.

Sumber:

https://artikel.bibit.id

https://ruangmenyala.com

https://www.qoala.app



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Transformasi Digital pada Fungsi-Fungsi MSDM dan Dampak Pandemi Covid terhadap MSDM

Nama     : Alissa Qotrunnada Munawwaroh NPM     : 10219545 Kelas     : 3EA09 Transformasi Digital pada Fungsi-Fungsi MSDM       Kehadiran in...